Poztmo™ Media

Puisi Karya Ustadz Jefri Al Buchori

Advertisements
Almarhum ustadz Jefri Al Buchori selain merupakan seorang pendakwah yang ulung, juga adalah seorang seniman yang hebat dalam berkarya, baik lewat lagu-lagu bernuansa dakwah dan islami, maupun lewat karya sastra puisi. Sebagaimana kita ketahui begitu banyaknya yang tertarik dengan lagu Uje Bidadari Surga yang berkisah tentang kecintaan beliu pada istrinya.

Berikut ini adalah puisi Ustadz Jefri Al Buchori yang disebutkan sebagai karya atau merupakan puisi yang sangat disukainya. Bahkan salah satu puisi dengan judul Bidadari Surga telah menjadi lagu yang kini begitu banyak didengar orang.

jefri Al Buchori


Rindu Bertemu Rasulullah

Siapakah engkau ya Muhammad..
Begitu dahsyatnya engkau berada di relung hati kami..
Seluruh para penghuni alam ini membicarakan engkau..
Jika bukan karena Engkau ya Muhammad..
Semua kami tidak akan pernah mengenal Robb kami..

Duhai ALLAH..
Maukah Engkau menghadirkan Beliau dalam mimpi kami?
memandang kesejukan wajahnya dalam pelukan hati...
Mendengar kemerduan suaranya memanggil ENGKAU...
sebentar saja YA ALLAH..

Duhai ALLAH...
Semoga Engkau Bangkitkan kami dalam barisan...
yang sama bersama Rasul kami...
Ya Habibi Ya Rosulullah...
Dari yang merindukanmu...


Bidadari Surga

Setiap Manusia, Punya Rasa Cinta..
Yang Mesti di Jaga Kesucian'nya..
Namun Adakala Insan Tak Berdaya..
Saat Dusta Mampir Bertahta..

Ku Inginkan Dia, Yang Punya Setia..
Dan Mampu Menjaga, Kemurniannya..
Saat ku Tak Ada, ku Jauh Darinya..
Amanah'pun Jadi Penjaganya..


Hatimu Tempat Berlindungku..
Dari Kejahatan Syahwatku..
Tuhanku Merestui Itu..
Jadikan Engkau Istri ku..


Engkaulah "Bidadari Syurga" ku..

Tiada Yang Memahami Segala Kekuranganku..
Kecuali Kamu, Bidadariku..
Maafkanlah Aku, Dengan Kebodohanku..
Tak Bisa Membimbing Dirimu..

Engkaulah "Bidadari Syurga" ku

Robbanaa Hablanaa Min Azwaajinaa
Wa Dzurriyyatinaa Qurrota A'yun
Waj'alnaa Lil Muttaqiina Imamaa



Berikut ini adalah sedikit beberapa kutipan kata mutiara Ustadz Jefri Al Buchori yang begitu dalam dan pernah beliau ucapkan :

Islam tidak mengajarkan kita untuk menghina Tuhan orang lain.. Surat Al Ikhlash cukup jadi jawaban.

Santun dalam penyampaian dan tutur kata menunjukkan ketinggian budi pekerti seseorang

Setiap segala sesuatu itu ada kelebihannya. Maka janganlah suka meremehkan dan merendahkan

Semakin berkuasa manusia semakin banyak ego yang dipertontonkan

Jika semua ibadah hanya karena ramadhan sungguh ia telah pergi berlalu, tapi jika semua karena Allah, maka takkan ada yang berubah meski ramadhan telah pergi

Tak ada satupun manusia yang tak pernah berbuat salah. Lalu kenapa jadi sulit untuk memaafkan orang yang telah berbuat salah kepada dirinya.

Maafkan dan lupakan ... itulah maaf yang sesungguhnya..

meminta maaf itu baikmu, memberi maaf itu mulia.