Poztmo™ Media

Legenda, Mitos dan Misteri Gunung Slamet

Advertisements
Gunung Slamet yang merupakan salah satu gunung berapi teraktif yang ada di wilayah Indonesia tentu memiliki banyak cerita Legenda serta mitos yang menyelimutinya. Dan kali ini memelengkapi koleksi fenomena alam di situs Poztmo, kami akan membahas tentang gunung yang satu ini.

Informasi resmi menyebutkan gunungini memiliki ketinggian 3.428 meter dari permukaan laut, yang menjadikannya gunung tertinggi di Jawa Tengah serta gunung tertinggi ke dua di pulau Jawa. Terletak di antara perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.

Ilustrasi : Gunung Slamet Meletus / Erupsi


Menurut Sejarawan Belanda, J. Noorduyn, pemberian nama "Slamet" relatif baru 5 abad silam, yaitu saat masuknya Islam ke Jawa yang merupakan saduran dari kata Salamatan yang dalam Bahasa Arab bermakna keselamatan. Pemberian Slamet ini dikarenakan konon sejak jaman dulu hingga sekarang gunung tersebut jarang sekali terbatuk - batuk apalagi meletus. Kalaupun meletus, maka letusannya belum pernah mengganggu keselamatan dan keamanan warga disekitarnya sehingga seperti memberikan rasa aman dan tenang serta keselamatan bagi masyarakat di sekitarnya.

Dipercaya, gunung ini adalah Gunung Agung, yang tertera dalam naskah Perjalanan Bujangga Manik. Naskah kuno berbahasa Sunda tersebut mengisahkan perjalanan Prabu Jaya Pakuan atau Bujangga Manik, seorang bangsawan Pakuan Pajajaran sekaligus brahmana yang mengelilingi Jawa dan Bali yang terjadi di sekitar awal 1500-an dan kini tersimpan di perpustakaan Bodleian, Universitas Oxford, Inggris.

Ada beberapa mitos, legenda, misteri Gunung Slamet yang meliputi. Masyarakat sekitar mempercayai cerita yang menyebutkan bahwa letusannya akan membuat Pulau Jawa terbelah men jadi dua, baik itu berbentuk rekahan yang mem bentang dari utara ke selatan dan dibelah oleh kehadiran air laut yang membuat kedua sisi pulau Jawa saling terpisah, atau kedua sisi pulau saling bergerak menjauh akibat kuatnya ledakan.

Legenda tersebut bisa dikatakan bisa diterima meski gak gitu-gitu banget kali. Letusan Slamet yang besar akan membuat 5 wilayah kabupaten yang melingkupinya (Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, Purbalingga) akan terkena dampak langsung materi vulkanik seperti abu, debu, awan panas ataupun lava yang akan mengakibatkan kelumpuhan atau setidaknya mengganggu pulau jawa terutama jalur transportasi utama yakni Jalur Pantura, jalur Tengah dan Jalur Selatan yang otomatis akan membuat pulau jawa seperti terbelah menjadi dua.

Mitos lain menyebutkan kehadiran sosok Romo Bebek dan Kyai Slamet. Konon, Romo Bebek adalah penguasa gunung Slamet yang merupakan piaraan Kyai Slamet. Kiai Slamet sendiri diangkat sebagai Tumenggung oleh Nyi Ratu Kidul. Dia diserahi tugas untuk mengasuh dua gunung yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Advertisements