Poztmo™ Media

Tata Cara Sholat Hajat, Niat Bacaan & Doanya

Advertisements
Dari sedemikian banyak shalat sunat yang umum dilakukan oleh kaum muslimin, maka tersebutlah Sholat Hajat yang memiliki fungsi sebagai suatu permohonan kepada Allah agar niat, maksud, keinginan atau hajat baik duniawi maupun ukhrawi (yang bersifat baik tentunya) segera dikabulkan oleh Allah SWT.

Sifat shalat hajat ini adalah sunnat Mu'akkad, yaitu sangat dianjurkan untuk dilaksanakan bagi orang yang memerlukannya. Memohon pertolongan kepada Allah melalui sabar dan sholat tercantum di ayat suci Al Quran surat QS. Al Baqarah ayat 153 :

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْن

Arti : Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan (kepada ALLAH) dengan sabar dan sholat, karena sesungguhnya Allah bersama-sama dengan orang yang sabar.

Sholat Hajat tidak memiliki aturan waktu atau kapan harus dilakukan sebagaimana sholat tahajud, dalam artian kita bisa melaksanakan shalat hajat kapan pun asal tidak pada waktu yang dilarang. Jumlah rakaat minimalnya adalah 2 Rakaat dan maksimal adalah 12 rakaat.

sholat hajat doa dan bacaan

Tata Cara Sholat Hajat

Tata cara shalat hajat pada dasarnya sama seperti sholat sunat pada umumnya yaitu  :

  1. Berwudhlu dengan sempurna.

  2. Membaca Niat shalat sunat Hajat : أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
    Ushallii sunnatal-haajati rak'ataini lillaahi ta'aalaa

  3. Melakukan shalat seperti biasa seperti takbir, membaca alfatihah dilanjutkan membaca surat Al Quran, ruku dan membaca tasbih 3 kali, i'tidal, sujud dengan tasbih tiga kali, dan seterusnya.

  4. Merujuk pada kitab Ihya' Ulumuddin karangan Imam Al-Ghazali, maka pada rakaat pertama setelah Al Fatihah dianjurkan membaca Ayat Qursi, sementara pada rakaat ke dua, dianjurkan membaca surat Al Ikhlas (Qulhu)

Bacaan Doa Sholat Hajat

Berpedoman dari hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dari Abdillah bin Abi Aufa, setelah kita melaksanakan shalat hajat, maka dilanjutkan dengan memuji Allah lalu membaca shalawat kepada Rasulullah SAW dan kemudian memanjatkan doa sholat hajat.

Dalam Kitab Tajul Jamil lil ushul, dianjurkan setelah melaksanakan shalat hajat dilanjutkan dengan membaca istigfar اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ (astaghfirullah hal adzim) minimal 100 kali yang dilanjutkan membaca shalawat sebanyak 100 kali yang kemudian membaca doa sholat hajat :

Laa ilaaha illallahul-hakimil-kariim subhaanallaahi rabil-'arsyil-'azhim.Al-hamdu liilaahi rabbil-'alamiin as'aluka muujibaati rahmatika wa 'azaa'ima maghfiratika wal-ghanimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin laa tada' lii dzamban illaaghafartahuuu wa laa hamman illaa far-rajtahu wa laa haajata illa hiya laka ridhan illaa qadhaitahaa yaa arhamar-raahimin

Artinya: Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha suci Allah Tuhan Pemelihara Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. KepadaMu aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu dan sesuatu yang mendatangkan keampunanMu, serta terpeliharanya dosa-dosa, memperoleh kebaikan pada tiap-tiap dosa, janganlah Engkau tinggalkan dosa pada diriku, melainkan Engkau ampuni, dan kesusahan, melainkan Engkau beri jalan keluarnya, dan tidak pula suatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Setelah membaca doa diatas, maka sambil bersujud, memohonlah kepada Allah tujuan yang dimaksud dengan khusyu dan penuh pengharapan sambil memperbanyak bacaan :
Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin
Arti : Tiada tuhan yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat aniaya.

Dianjurkan untuk melakukan sholat hajat sebanyak 1 malam, tiga malam ataupun tujuh malam sesuai dengan urgensi dari hajat yang dimaksud.

Advertisements